KUDUS, ZONANEWS.ID – Aliansi Rakyat Peduli Indonesia (ARPI) menyoroti pelaksanaan pembangunan Gedung Kudus Sehat yang saat ini tengah berjalan.
Organisasi tersebut meminta agar berbagai aspek, mulai dari penyelesaian dampak sosial bagi warga hingga proses lelang proyek, dapat dijelaskan secara terbuka kepada publik.
Koordinator ARPI, Dani Eko Wiyono, mengatakan pihaknya menerima berbagai informasi dan masukan dari masyarakat terkait pembangunan gedung rumah sakit tersebut.
Menurutnya, persoalan sosial yang muncul di sekitar lokasi proyek perlu mendapat perhatian serius agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
“Kami berharap seluruh persoalan yang berkaitan dengan masyarakat terdampak dapat diselesaikan secara tuntas. Jangan sampai masih ada warga yang merasa belum mendapatkan kejelasan atas hak-haknya,” kata Dani saat memberikan keterangan kepada awak media di Kudus, Minggu, 7 Juni 2026.
ARPI menyoroti keberadaan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang berada di sekitar lokasi pembangunan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, lahan tersebut sebelumnya disewakan kepada beberapa pihak dan kemudian ditempati sejumlah warga.
“Kami menerima informasi bahwa ada sebagian pihak yang sudah memperoleh penyelesaian, namun ada juga warga yang mengaku masih menunggu kejelasan. Hal-hal seperti ini perlu ditangani dengan baik agar tidak menimbulkan konflik sosial,” ujarnya.
Selain persoalan sosial, ARPI juga menaruh perhatian terhadap proses lelang pembangunan Gedung Kudus Sehat. Dani menyebut terdapat puluhan perusahaan yang mendaftar sebagai peserta lelang, namun hanya sebagian yang melanjutkan hingga tahap penawaran.
“Yang kami pertanyakan adalah dasar pertimbangan dalam penetapan pemenang lelang. Kami berharap seluruh proses dapat dijelaskan secara transparan sehingga masyarakat memahami mekanisme yang digunakan,” katanya.
