Anggota MPR H. Musthofa Bangun Kesadaran Toleransi Lewat Dialog Bersama Tokoh Masyarakat

Anggota MPR Musthofa saat memberikan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dihadapan tokoh masyarakat Kecamatan Kaliwungu di Rumah Aspirasi H Musthofa, Minggu 8 Juli 2025 (Foto: YM)

KUDUS, ZONANEWS.ID — Keberagaman bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan yang harus dirawat bersama. Hal ini menjadi pesan utama yang disampaikan Anggota MPR RI, H. Musthofa, dalam dialog kebangsaan yang digelar bersama para tokoh masyarakat Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, di Rumah Aspirasi DPR RI H. Musthofa, pada Minggu, 6 Juli 2025.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 150 tokoh masyarakat dari berbagai desa di Kaliwungu. Dalam forum yang hangat dan penuh semangat kebangsaan itu, H. Musthofa menekankan pentingnya merawat nilai-nilai toleransi sebagai fondasi persatuan di tengah perbedaan agama, suku, budaya, dan latar belakang sosial.

Menurut Musthofa, Pancasila sebagai dasar negara telah memuat prinsip-prinsip toleransi secara menyeluruh. Sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa”, merupakan pengakuan terhadap keberadaan berbagai keyakinan, sekaligus menjadi dasar untuk saling menghargai antarumat beragama.

Bacaan Lainnya

“Pancasila itu bukan sekadar simbol, tapi pedoman hidup. Toleransi sudah melekat di setiap sila, dan itu harus kita hidupkan dalam keseharian,” ujar Musthofa.

Ia menegaskan bahwa tantangan terbesar bangsa hari ini bukan hanya perbedaan, tetapi sikap intoleran yang berkembang di ruang publik. Oleh karena itu, pendidikan kebangsaan dan ruang dialog seperti ini sangat penting untuk memperkuat karakter masyarakat.

“Kalau kita masih percaya pada Pancasila, kita harus berani bersikap adil, menghormati perbedaan, dan tidak mudah dipecah belah,” tambahnya.

Para tokoh masyarakat juga aktif menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka dalam menjaga kerukunan di lingkungan masing-masing. Mereka sepakat bahwa nilai-nilai gotong royong, musyawarah, dan empati sosial harus terus ditanamkan, terutama kepada generasi muda.

Baca :  Bersiap Jelang Musim Penghujan, Lebih dari 10 Desa di Kudus Kerja Sama dengan PUPR Normalisasi Sungai

“Bangsa ini berdiri bukan karena kita sama, tapi karena kita sepakat untuk bersatu dalam perbedaan,” imbuh Musthofa.

Dialog yang berlangsung hingga siang hari itu menjadi ruang reflektif yang tidak hanya memperkuat pemahaman tentang empat pilar kebangsaan, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen bersama untuk menjaga keharmonisan sosial di tengah dinamika zaman.

“Mari kita jaga dan rawat kebhinnekaan ini. Jangan sampai perbedaan menjadi pemicu perpecahan. Justru dalam perbedaan itulah kita menjadi bangsa yang kuat,” pungkas H. Musthofa. (***)