Aktivasi Punden dan Belik Upaya Gali Folklor Muria

Para narasumber diskusi Kampung Budaya Piji Wetan dengan mengusung tajuk "Muria Punya Cerita (Untuk) Apa?"(Elang)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) Kudus melangsungkan kegiatan diskusi sebagai upaya menggali folklor di lereng Muria.

Agenda tersebut mengusung tajuk “Muria Punya Cerita (Untuk) Apa?” yang digelar di Panggung Ngepringan, Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022.

Kawasan Muria sendiri menurut sebagian orang masih menganggap folklor sebagai hal biasa yang tidak ada menariknya.

Bacaan Lainnya

Cerita-cerita tentang asal usul desa, tokoh pahlawan, pewayangan, mitos hingga ritual adat dan bahkan sudah dianggap tidak relevan lagi dengan perkembangan zaman saat ini.

Oleh karena itu, menurut Jesy Segitiga selaku koordinator KBPW dan pemantik acara menyebut aktivasi folklor Kemuriaan menjadi tema yang diangkat dalam diskusi Tapangeli yang diadakan oleh KBPW Kudus pada Sabtu, 1 Oktober 2022 malam di Panggung Ngepringan.

“Masih banyak folklor Muria yang perlu digali dan disebarluaskan untuk meluruskan kesalahpahaman yang terjadi di tengah masyarakat,” ujarnya saat ditemui di lokasi acara pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022.

Selanjutnya ia mengatakan perlu adanya aktivasi punden dan belik sebagai media folklor untuk memunculkan obrolan-obrolan atau dialektika mengenai folklor di Muria.

“Malam ini kita coba memunculkan dialektika di Kemuriaan supaya punden dan belik itu tidak hanya menjadi tempat mandi saja, tetapi mempunyai kesejarahan yang diwariskan ke generasi muda,” katanya.