“Tahun ini kami melakukan perubahan rute di sisi tengah Ternadi Bike Park. Perubahan besar rencananya baru akan kami usahakan tahun depan di venue ini. Keamanan adalah salah satu pertimbangan tidak membuat perubahan yang signifikan. Selain itu, kami terus berusaha meningkatkan mutu dan kelas 76 Ultimate Downhill dengan menyempurnakan sistem perhitungan waktu dan penyebarannya karena downhill tidak melulu soal kecepatan tapi juga harus berdasarkan data-data akurat dan terukur,” terang Aditya.
Seri ketiga 76 Ultimate Downhill 2026 masih mempertandingkan sepuluh kategori, yaitu Men Elite, Women Elite, Men Junior, Men Master A, Men Master B, Men Master C, Men Sport A, Men Sport B, Men Youth, dan Women Youth.
Dengan kualifikasi di Union Cycliste Internationale (UCI) level C1, Ternadi Bike Park diakui secara global memiliki semua karakteristik paling ekstrim sebagai lintasan downhill yang kompetitif.
Menyerah Bukan Pilihan
Tidak berada di puncak klasemen memasuki seri pamungkas justru menyulut ambisi Putra Ganda Arrozak menjadi lebih besar untuk kelas Men Elite. Downhiller andalan Alaska Squad Racing Team menyambangi Ternadi Bike Park dengan persiapan terbaik, strategi jelas, dan kepercayaan diri tinggi.
“Saya akan mematangkan lagi visualisasi dan pengambilan race line, karena Ternadi Bike Park adalah trek yang saya sukai, di mana minim pedaling dan punya speed tinggi. Saya juga akan mempersiapkan setingan yang pas untuk sepeda seperti tekanan ban, fork, dan rear shock supaya bisa memaksimalkan balapan,” ujar Ganda.
Bagi Ganda, memasuki seri terakhir dengan berada di posisi kedua standing point overall merupakan sebuah keuntungan besar karena tekanan menjadi juara justru tidak tertuju kepadanya.
Ia menilai bahwa tekanan berlebih justru menggerus performa. Ia bertekad tampil lebih rileks, lebih menikmati setiap momen, dan lebih tenang dalam menghadapi balapan penentu.
Dengan begitu, ia bisa tampil lebih lepas namun tetap fokus penuh membidik poin maksimal dan menyodok ke puncak klasemen tepat di momen terakhir.
“Setelah melewati dua seri di 76 Ultimate Downhill tahun ini, saya harus lebih tenang dan lebih enjoy lagi saat seeding dan final run, karena itu sangat berpengaruh ke performa saya. Apabila saya tidak enjoy dan ada tekanan tersendiri, hasilnya tidak maksimal. Jadi untuk seri 3 besok, saya berusaha tenang dan enjoy, supaya bisa menjalani balapan dengan maksimal sesuai apa yang saya inginkan,” ucapnya.
Ambisi menyala juga ditunjukkan Nazwa Agazani dari tim 76Rider DH Squad yang masih berada di posisi ketiga persaingan di kelas Men Junior. Baginya, balapan di Ternadi Bike Park bukanlah sebuah formalitas penutup, melainkan kesempatan terakhir untuk membalikkan keadaan.
Terlebih, tahun ini menjadi ajang terakhirnya untuk membuktikan diri mampu menjadi juara di kelas Men Junior sebelum naik ke kelas Men Elite.
“Apapun masih bisa terjadi, karena tidak ada yang tak mungkin kalau mau berusaha. Strategi untuk mencapai posisi puncak itu masih terbuka, namun harus dicapai dengan catatan waktu tercepat di final run. Selama peluang masih dalam jangkauan, menyerah tanpa perlawanan bukanlah pilihan,” tegas Aga. ***
