Amalina berharap, dengan diselenggarakam kegiatan peragaan manasik haji semacam ini bisa turut memotivasi para orangtua siswa untuk tergerak menunaikan rukun Islam yang kelima, yakni melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu.
Sementara iru, Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Kudus, Mawar Anggraeni mengapresiasi semangat dan antusias para peserta peragaan manasik haji dari anak-anak RA yang ikut pada kali ini.
“Alhamdulillah, luar biasa sekali, anak-anak pada tertib, tepat waktu, semangat dan terlihat sangat bahagia. Saya doakan semua yang ada disini bisa menginjakkan kaki di Baitullah,” ucapnya.
Menurut penuturannya, sebanyak 5000 anak yang ikut dalam peragaan manasik haji ini adalah anak RA kelas B se-Kabupaten Kudus. Sementara RA kelas A belum bisa diikutkan karena ada berbagai keterbatasan yang terjadi.
“Jadi dibooking lama, seharusnya 12.000 anak, tapi karena kapasitas dan dengan segala keterbatasan, akhirnya pagi ini 5000 anak RA B yang ikut. Mungkin, insyaallah next yang RA A bisa mengikuti lagi,” katanya. ***
