“Selamat dan sukses atas capaian ini, selamat mengabdi di bidang kesehatan masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, Rektor UMKU Dr. Edy Soesanto, S.Kp., M.Kes., menyampaikan bahwa para lulusan membawa latar belakang daerah yang beragam. Selain berasal dari Pulau Jawa, terdapat pula peserta dari Provinsi Nusa Tenggara Timur, terutama Pulau Flores.
Bagi Edy, keberagaman tersebut justru memperkuat semangat pengabdian yang menjadi bagian penting dari profesi kesehatan.
“Keberagaman ini mempertemukan kita dalam satu semangat pengabdian. Di mana pun Saudara berkarya, bawalah ilmu dan kepedulian untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat,” tuturnya.
Edy mengatakan tantangan yang dihadapi apoteker saat ini tidak sederhana. Perubahan di bidang kesehatan menuntut apoteker untuk memiliki kompetensi yang luas, mampu bekerja dalam tim, serta memiliki kemampuan kepemimpinan.
Karena itu, ia berharap lulusan UMKU dapat menjaga nama baik almamater dengan menunjukkan sikap profesional dan berintegritas ketika menjalankan tugas.
“Apoteker lulusan Universitas Muhammadiyah Kudus harus bisa berkontribusi secara meyakinkan dalam usaha melayani masyarakat,” tegasnya.
“Selamat mengemban amanah sebagai apoteker. Semoga Allah SWT membimbing setiap langkah Saudara dan menjadikan pengabdian Saudara bermanfaat bagi masyarakat,” lanjut Edy.
Salah satu lulusan, apt. Saskia Amini Kalsum, S.Farm., yang meraih nilai tertinggi periode Oktober 2026, menyampaikan rasa syukur atas selesainya tahapan pendidikan profesi.
Mewakili rekan-rekannya, Saskia mengapresiasi dukungan orang tua dan keluarga serta bimbingan dosen, pembimbing, dan preseptor selama proses pendidikan.
Ia menyebut pengambilan sumpah menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Para lulusan kini harus mampu menerapkan ilmu sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan pasien.
“Terima kasih kepada orang tua dan keluarga kami yang selalu sabar dan terus mendukung kami. Terima kasih kepada dosen, pembimbing, serta preseptor yang selama ini membimbing kami,” ungkapnya.
Saskia juga mengajak rekan-rekannya untuk tetap rendah hati dan terbuka terhadap proses belajar setelah memasuki dunia profesi.
“Mari menjadi apoteker yang dapat diandalkan, bertutur kata yang menenangkan, dan kehadirannya memberikan manfaat,” pungkasnya.***
