KUDUS, ZONANEWS.ID — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus mencatat, sejak awal tahun hingga Juni 2023, total ada 573 laporan masuk terkait lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Kudus mati atau rusak. Beberapa masalah menjadi alasan lampu penerangan jalan di sejumlah ruas jalan bisa mati maupun rusak.
Kasi Sarana Prasarana LLAJ Dishub Kudus Nanang Ary Wibowo mengungkapkan, setidaknya setiap hari ada 4 laporan LPJU mati. Hingga awal Juni 2023 sudah ada ratusan laporan masuk, di mana 20 persen diantaranya dikatakan Nanang belum bisa tertangani maksimal.
“Belum diselesaikan karena meterial (untuk memperbaiki lampu) belum ada. Rencananya akhir bulan ini materialnya sudah ada dan akan langsung diperbaiki,” ungkap Nanang, Sabtu 17 Juni 2023.
Ada sejumlah masalah dikatakan Nanang bisa membuat LPJU mati maupun rusak. Mulai dari daya berlebih, listrik tidak optimal, dan lainnya.
Nanang mencontohkan, ada satu jaringan listrik yang digunakan untuk 10 LPJU. Ketika daya listrik tidak kuat atau daya berlebih, bisa membuat beberapa LPJU tiba-tiba mati.
Ditambah dengan daya listrik yang menggunakan token. Sejauh ini listrik token untuk LPJU dinilai kurang efektif. Tim harus setiap bulan mengecek ke lapangan untuk memastikan dan mengisi token jika hampir habis, tak jarang beberapa titik LPJU terlewat dan token habis.
Nanang menginformasikan bahwa di Kabupaten Kudus ada 6.616 tiang LPJU. 455 diantaranya menggunakan listrik token, sedangkan sisanya dengan pascabayar.
