Jumlah itu disesuaikan dengan banyaknya puskesmas yang ada di kabupaten tersebut sehingga diharapkan dapat memperkuat kemampuan layanan kesehatan tingkat pertama dalam mendukung deteksi penyakit TBC.
Selain alat diagnostik, pemerintah juga merencanakan pemberian satu unit alat rontgen atau X-ray mobile untuk setiap puskesmas. Fasilitas tersebut akan didukung tenaga radiografer untuk membantu pemeriksaan pasien.
Benyamin menyebut ketersediaan tenaga radiografer di Jawa Tengah tidak menjadi kendala berarti. Tenaga yang dibutuhkan nantinya direncanakan diangkat sebagai pegawai puskesmas guna mendukung keberlangsungan pelayanan pemeriksaan di fasilitas kesehatan tersebut.
“Termasuk alat X-ray mobile, setiap puskesmas akan mendapatkan satu dan akan mendapatkan radiografer. Ternyata radiografer di Jawa Tengah enggak kesulitan. Yang tinggal mereka nanti diangkat sebagai pegawai puskesmas dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Benyamin menambahkan, penguatan fasilitas kesehatan melalui penyediaan alat diagnostik dan rontgen bergerak tidak hanya ditujukan untuk mendukung pemberantasan TBC.
Program tersebut juga diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan penyakit melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG), sehingga masyarakat dapat memperoleh akses pemeriksaan kesehatan yang lebih mudah melalui puskesmas. ***
