KUDUS, ZONANEWS.ID — Tradisi tahunan Haul dan Salin Luwur Kanjeng Sunan Muria pada bulan Muharram dalam penanggalan Islam di Kabupaten Kudus kembali digelar dengan penuh khidmat pada tahun 2025 ini.
Salah satu rangkaian utama, yaitu pembagian nasi berkah, yang telah berlangsung tertib dan sarat makna spiritual. Ini sebagai wujud nyata kepedulian sosial masyarakat Muria dalam melestarikan warisan budaya Walisongo.
Sekretaris Umum Yayasan Masjid dan Makam Sunan Muria (YM2SM), Amnan, menyampaikan bahwa pada tahun ini, panitia menyembelih 16 ekor kerbau dan 14 ekor kambing serta menyiapkan sekitar 3 ton beras untuk konsumsi dan sedekah.
“Pembagian nasi berkah dimulai sejak Selasa (8 Juli 2025) lalu, dengan membagikan 1.700 besek kepada warga Desa Colo melalui acara nonjok warga,” ujarnya saat ditemui, Kamis malam, 10 Juli 2025.
Tak hanya untuk warga, nasi berkah juga diberikan kepada para penyumbang dan tamu undangan, yang jumlahnya hingga Kamis, 10 Juli 2025, tercatat sebanyak 3.700 besek berkat balen telah dibagikan.
Sedangkan pada malam puncak menjelang Salin Luwur, panitia menyediakan sekitar 10.000 paket nasi berkah bagi jamaah pengajian umum. Sehingga, total pembagian nasi berkah tahun ini mencapai sekitar 13.000 paket.
Amnan menjelaskan, nasi berkah dikemas dengan daun jati dan berisi lauk tradisional khas Muria, menjadi simbol kesederhanaan sekaligus penghormatan terhadap nilai budaya dan kearifan lokal.
“Seluruh proses pembagian berlangsung teratur dan penuh rasa hormat terhadap tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun,” ujarnya.
Selain pembagian nasi berkah, rangkaian kegiatan juga mencakup Khotmil Qur’an oleh para santri. Santri putri melangsungkan khataman di Pondok Tahfidz Putri Muria, sementara santri putra menyelenggarakannya di Masjid Sunan Muria.
Prosesi Salin Luwur sendiri dilangsungkan Jumat pagi, 11 Juli 2025, pukul 06.00 WIB, dihadiri sekitar 300 undangan. Iring-iringan dimulai dari Mbah Juru Kunci yang membawa dupa, dilanjutkan dengan pembawa bunga dan perlengkapan luwur yang sebelumnya telah melalui ritual dondom.
Area makam pun disterilkan untuk menjaga kekhidmatan prosesi pemasangan kain-kain suci di pusara. ***
