1.886 Siswi SD dan MI Unjuk Gigi di Milklife Soccer Challenge Kudus Series 3 2024

Aksi para putri Kudus mengolah si kulit bundar di lapangan hijau dalam turnamen MilkLife Soccer Challenge - Kudus Series 3 2024 yang berlangsung pada Senin (23/9) hingga Sabtu (28/9) di Supersoccer Arena dan Lapangan Rendeng Kudus. (Foto: Istimewa)

“Dengan menjalani olahraga sepak bola secara rutin, didukung dengan mengonsumsi nutrisi seperti susu, diharapkan generasi masa depan dapat menyongsong cita-cita mereka dengan lebih tangguh dan #BeraniCetakGol,” ucap Adrian.

Semangat yang sama pun dibawa oleh para siswi MIN 5 Demak yang baru pertama kali mengikuti turnamen sepak bola putri usia dini MilkLiife Soccer Challenge. Total ada 48 siswi yang terbagi dalam 2 tim KU 12 dan 2 tim KU 10.

Meski berlatih dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, Pelatih MIN 5 Demak, Bambang Surya mengatakan anak asuhannya mampu menampilkan kepercayaan diri dan mental tanding yang mumpuni.

Bacaan Lainnya

“Sekolah kami sudah sering mengikuti kejuaraan olahraga sehingga mental mereka sudah terbentuk. Kami tinggal mengasah teknik dan latihan rutin sehingga bisa mengejar kemampuan para lawan,” cerita Bambang.

Untuk memupuk rasa percaya diri, Bambang juga menyediakan membelikan terlebih dahulu sepatu bagi 48 siswi yang berlaga. Menariknya, para putri tersebut menyisihkan uang jajan mereka sebesar Rp2.000 setiap hari untuk membayar sepatu sepak bola itu.

“Alhamdulilah ide menalangi sepatu ini disetujui dan mereka gembira untuk menyisihkan uang jajan mereka, tidak boleh minta orang tua,” Bambang berucap.

Usai menang di babak 64 besar, tim KU 12 MIN 5 Demak lantas berjumpa dengan MIN Kudus di fase 32 besar pada Jumat, 27 September 2024 pagi. Sayang, para punggawa MIN 5 Demak harus menelan kekalahan 0-8 lantaran MIN Kudus bermain cukup baik dan agresif.

Namun, kalah justru menjadi momentum untuk menempa mental para siswi. Termasuk bagi Yumna Nasywa Najibah, siswi kelas 6 MIN 5 Demak yang sudah berjuang habis-habisan demi sekolahnya.

“Tadi aku percaya diri banget buat bertanding sama lawan yang sudah sering ikut turnamen. Meskipun kalah, kami sudah memberikan yang terbaik. Yang penting kami harus terus latihan, menambah skill jadi ketika ikut turnamen selanjutnya, bisa menang terus,” kata siswi kelas 6 itu. ***