KUDUS, ZONANEWS.ID — Zine, majalah kecil yang sering digunakan untuk menyampaikan pesan, kritik, dan gagasan secara kreatif, kini menjadi alat penting dalam meningkatkan literasi di Kudus. Sekelompok mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengadakan diskusi mengenai peran zine di Warung Kopi Baca, Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.
Acara ini menghadirkan dua narasumber, Budi Kusriyanto dan Khoiruddin Sanjaya, yang membahas berbagai aspek penting dari zine dalam dunia pendidikan, literasi, dan kebudayaan. Budi, yang juga seorang pegiat zine di leaf journal, menjelaskan bahwa zine dapat menjadi media untuk penyampaian pesan-pesan kemanusiaan, kritik sosial, dan gagasan kreatif.
“Zine adalah media alternatif yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan yang mungkin sulit diterima melalui media arus utama,” ujar Budi, Minggu 28 Juli 2024.
Budi juga menyoroti bahwa generasi muda saat ini cenderung lebih sering menyampaikan pendapat di media sosial daripada melalui tulisan. Menurutnya, hal ini bisa mengurangi kualitas dan kedalaman pesan yang disampaikan.
“Alangkah baiknya jika karya bisa dituangkan dalam tulisan, yang memungkinkan untuk lebih banyak refleksi dan eksplorasi ide,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya ilustrasi foto dalam zine untuk memperkuat pesan atau gagasan yang ingin disampaikan. Budi menyarankan peserta untuk belajar teknik fotografi yang sesuai dengan karakter yang mereka sukai.
“Gaya fotografi kembali lagi sesuai perspektif masing-masing, namun yang terpenting adalah melakukan apa yang paling dekat, paling gampang, dan paling bisa dilakukan,” jelasnya.
