“Dua anak membawa dua jenis tanaman yang berbeda, jadi, dengan peserta 300 anak. Ada 600 bibit yang dibawa ke SMK Duta Karya hari ini,” tuturnya.
Dengan terselenggaranya agenda tersebut, pihaknya berharap dapat memunculkan keyakinan kepada peserta didik bahwa lingkungan telah memberi banyak hal. Sehingga kita harus berkontribusi menjaga lingkungan.
“Khususnya di Indonesia, yang memiliki sumber daya alam yang sangat luar biasa dan anak-anak perlu mengenal tanaman herbal ini. Dan semoga dibiasakan dan dibagikan kepada lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Sebagai informasi tambahan, pada bulan Juli siswa-siswi sudah dimintai mempersiapkan program P5 dengan membersihkan lokasi penanaman. Kemudian dilanjutkan dengan pemilihan sampah organik dan anorganik.
Menurut Nina, beberapa kendala yang pihaknya hadapi yakni menggerakkan siswa-siswi. Hal ini karena membutuhkan support dari keluarga juga membutuhkan daya dan upaya. ***
