Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetiyo, menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini menjadi upaya memperluas aksi kebersihan hingga lingkungan permukiman warga.
Jika sebelumnya kegiatan serupa telah dilaksanakan di lingkungan instansi dan sekolah, kali ini masyarakat dilibatkan secara langsung dalam kegiatan bersih-bersih di lingkungan kampung.
Menurut Didik, pengerukan selokan menjadi salah satu fokus kegiatan untuk mengantisipasi penyumbatan menjelang musim hujan. Selain menjaga kebersihan lingkungan, langkah tersebut juga diharapkan dapat mengurangi risiko genangan dan masalah kesehatan.
“Fokus kami salah satunya pada selokan, termasuk pengerukannya. Selain menjaga kebersihan, kegiatan ini juga memberikan edukasi bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama,” jelasnya.
Didik menegaskan, tanggung jawab pengelolaan sampah tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga melibatkan dunia usaha dan masyarakat. Karena itu, partisipasi warga dalam kegiatan gotong royong perlu terus ditingkatkan.
Ia juga menyoroti kondisi TPA Tanjungrejo yang telah mengalami kelebihan kapasitas. Menurutnya, penataan di lokasi pembuangan akhir harus diimbangi dengan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
“Kalau hanya TPA yang ditata, sementara sampah dari hulunya tidak dikelola, TPA akan tetap kelebihan beban. Karena itu, pemilahan sampah harus dimulai dari sumbernya,” ungkap Didik.
Pemkab Kudus berkomitmen mengoordinasikan kegiatan kebersihan secara berkelanjutan agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.***
