KUDUS, ZONANEWS.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kabupaten Kudus terus mengingatkan adanya kewaspadaan dari masyarakat atas penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada DKK Kudus, Dharsono menyampaikan bahwa kasus DBD dilaporkan mengalami peningkatan, terutama kasus yang dirawat di rumah sakit. Hal ini yang kemudian menjadi perhatian khusus.
“Di kabupaten juga sudah ada kasus meninggal, jadi ini perlu untuk menjadi kewaspadaan kita agar menguatkan PSN (pemberantasan sarang nyamuk),” katanya.
Berdasarkan data yang terlaporkan, ada 10 kasus DBD yang dirawat di tujuh puskesmas yang ada di Kabupaten Kudus sepanjang Februari 2024. Meliputi, satu pasien di Puskesmas Kaliwungu, dua pasien di Puskesmas Purwosari.
Kemudian, satu pasien di Puskesmas Rendeng, dua pasien di Puskesmas Ngembal Kulon, satu pasien di Puskesmas Dersalam, dua pasien di Puskesmas Dawe, dan satu pasien di Puskesmas Gondosari. Semua pasien pun sudah tertangani.
“Alhamdulillah belum ada kasus meninggal, dan semoga tidak ada,” tandasnya.
Terpisah, Direktur Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus, dr. Pujianto membeberkan bahwa ada peningkatan drastis atas kasus DBD yang dirawat di rumah sakit setempat. Di Bulan Februari, ada sebanyak 101 pasien DB.
“Februari ada 101 pasien yang dirawat, 62 pasien diantaranya dari Kudus,” katanya.
Padahal, sejak November 2023 hingga Januari 2024, rata-rata pasien DB yang dirawat di Rumah Sakit Mardi Rahayu berkisar pada angka 35-44 pasien. Pihaknya menyebut, terjadi lonjakan yang sangat tinggi di Bulan Februari 2024.
Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap cuaca akhir-akhir ini. Apabila menemukan gejala kegawatan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat maupun rumah sakit. Terlebih untuk penyakit DB.
“Yang penting masyarakat jangan panik, waspadai tanda bahaya DBD, kalau ada tanda-tandanya yang perlu diwaspadai segera ke rumah sakit,” tandasnya. ***
