KUDUS, ZONANEWS.ID – Purnawirawan TNI asal Kabupaten Kudus, Haryanto mengaku selama ini Pemkab Kudus acuh dengan kesejahteraannya dan kawan-kawannya sesama pensiunan TNI.
Dia mengatakan selama ini para purnawirawan hanya mendapatkan gaji pensiunan yang disesuaikan jabatan terkahir. Besaran gaji pensiunan dikatakan Haryanto tidak cukup untuk memerdekakan sepenuhnya purnawirawan.
Haryanto mencontohkan, gaji pensiun untuk berpangkat bintang dua tidak sampai Rp 5 juta, dimana Rata-rata sekitar Rp 2 juta tiap bulannya.
“Ini masih jauh dari harapan. Semoga ke depan kita bisa membangun ekonomi yang lebih baik, biar kita bisa merasakan arti kemerdekaan yang sebenarnya,” ungkap Haryanto, Rabu, 17 Agustus 2022.
Lebih lanjut, Haryanto mengungkapkan ada ratusan purnawirawan TNI yang tersebar di Kabupaten Kudus. Selama ini pun dukungan dari pemerintah dikatakannya hampir tidak ada sama sekali.
Namun akhir-akhir ini pihaknya mendengar kabar bahwa pemerintah sedang mengusahakan kenaikan gaji pensiun purnawirawan.
Pihaknya sangat mendukung langkah tersebut. Apalagi baginya dan kawan-kawan sesama purnawirawan, jiwa sebagai seorang tentara tidak akan pernah hilang. Jiwa raganya akan tetap digunakan untuk berbakti pada nusa dan bangsa.
“Gak ada dukungan dari pemerintah, gak ada sama sekali. Tapi karena kita purnawirawan yang dilahirkan dari rakyat untuk rakyat. Jadi kami akan selalu siap berbakti pada nusa bangsa dan membela kebenaran dari rakyat untuk rakyat. Pensiun itu hanya sebatas administrasi, tapi jiwa kita tetap tentara,” tegasnya.
Berbicara tentang Hari Kemerdekaan, Haryanto mengaku purnawirawan belum sepenuhnya merdeka. Gaji pensiunan yang tidak terlalu banyak diharapkan ada tambahan dukungan dari pemerintah.
