Mesin linting yang dibawa pun sukses menyedot rasa penasaran para pengunjung yang datang. Termasuk, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, yang juga tertarik untuk melinting atau membuat rokok di stand Museum Kretek Kudus.
“Jadi yang didatangi pertama oleh Pak Wali Kota adalah stand Museum Kretek, terus beliau mencoba membuat rokok. Karena kami juga sediakan bahan-bahannya, termasuk berbagai jenis tembaku, cengkeh dan klobotnya,” tambahnya.
Mutrikah juga menyebut bahwa pihaknya dengan antusias mengenalkan sejarah hingga perkembangan produk rokok di Kudus. Narasi tulian hingga foto dipajang dan dikenalkan, tentang perjalanan rokok dari zaman kolonial hingga sekarang.
Kemudian, memperlihatkan pula bagaimana rokok sebagai salah satu penyangga ekonomi masyarakat pada kala itu hingga sekarang. Sehingga, Kudus bisa dikenal sebagai Kota Kretek dan sebagai salah satu Kota Industri yang besar karena rokok.
“Jadi koleksi-koleksi di Museum Kretek kita pamerkan juga di sana bahwa kita punya kearifan lokal. Termasuk perjalanan rokok dari zaman kolonial, terus teknik promosi saat itu, sampai dengan perkembangan industri saat ini,” tambahnya.
Mutrikah berharap, dengan keikutsertaan Museum Kretek dalam event nasional semacam ini dapat lebih mengenalkan potensi wisata sejarah di Kudus lebih luas lagi. Sehingga, berdampat pada tingkat kunjungan museum yang dapat turut meningkat. ***
