Anny menjelaskan, skizofrenia merupakan masalah gangguan jiwa, gangguan mental pasien dengan gejala halusinasi dan delusi, penarikan diri dari lingkungan sosial, pengabaian diri, dan kehilangan motivasi.
“Pasien skizofrenia tidak dapat membedakan antara realita dan khayalan. Skizofrenia dapat menyebabkan halusinasi, delusi, dan gangguan berpikir yang menyebabkan kelainan perilaku dan berbicara,” terangnya.
Pengidap skizofrenia berpotensi untuk kehilangan fungsinya sebagai manusia secara utuh akibat gangguan berpikir dan motorik. Seorang penderita skizofrenia memerlukan perawatan seumur hidup.
Berdasarkan fenomena tersebut, salah satu perawatan yang dapat dilakukan yaitu dengan cara pemberian obat bagi pasien skizofrenia. Tetapi dalam kenyataanya, pasien skizofrenia sangat sulit untuk dapat minum obat secara teratur.
Oleh sebab itu, Tim dosen Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) bersama mahasiswa keperawatan UMKU memberikan terapi bagi pasien skizofrenia dengan terapi kognitif.
“Terapi kognitif adalah terapi terstruktur jangka pendek yang menggunakan kerja sama aktif antara pasien dan ahli terapi untuk mencapai tujuan terapetik. Teknik ini berorientasi terhadap masalah yang sedang dihadapi saat ini dan sekaligus pemecahannya,” jelasnya. ***
