Tuntaskan Stunting, DKK Kudus Dapat Bantuan Keuangan Rp 3,9 Miliar untuk PMT Lokal

Ilustrasi. Pengukuran tinggi badan balita di Kabupaten Kudus. (MIA)

“Hingga Maret, ada 2.120 atau 4,5 persen anak yang stunting. Itu berdasarkan hasil timbang setiap hari di Kudus dari sasaran 58.969 anak atau bayi,” terangnya.

Pihaknya pun menargetkan, hingga akhir tahun 2024 nanti, angka stunting di Kudus diharapkan bisa di bawah 14 persen. Hal ini tentunya dibarengi dengan upaya penanganan stunting, yang membutuhkan dukungan dari seluruh pihak.

“Masih ada permasalahan sekitar 11,2 persen itu datang dari pola asuh orangtua, dimana mereka tidak datang ke posyandu, sehingga untuk pemantauan memang terkendala di situ,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Oleh sebab itu, lanjut Nuryanto, pihaknya pun akan menguatkan kegiatan sweeping di masyarakat untuk menuntaskan permasalahan tersebut. Terlebih, bagi keluarga yang bekerja di sektor pabrik rokok yang dirasa sulit menyisakan waktu untuk datang ke posyandu.

“Karena kebanyakan itu kan orangtuanya bekerja, jadi anaknya dititipkan ke mbah-nya atau pengasuhnya, dan itu yang kadang membuat faktor tidak kehadiran ke posyandu,” tandasnya. ***