Tumbang di Kandang, Persiku Kudus Ditaklukkan PSS Sleman 1-3

Pemain Persiku (jersei biru putih) saat berebut bola dengan pemain PSS Sleman (jersei hijau) dalam laga Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Wergu Wetan Kudus pada Minggu, 21 September 2025. (Foto: Persiku Kudus)

Lebih lanjut, ia mengaku bahwa pertandingan kandang perdana memiliki antmosfer tersendiri. Mental pemain harus tetap terjaga, terlebih disaksikan langsung oleh banyak pendukungnya.

Meski begitu, dengan hasil sore ini, Alfiat menegaskan kepada anak asuhnya untuk tidak putus asa dan tetap semangat.

Laskar Macan Muria masih mempunyai banyak kesempatan di pertandingan-pertandingan berikutnya.

Bacaan Lainnya

“Setelah ini kami akan lakukan evaluasi, mana-mana kelemahan kita, entah itu di penjaga gawang atau di pemain tengah,” ujarnya.

“Sisa waktu yang kami miliki sebelum melawan Persela Lamongan nanti, kami akan fokus untuk persiapan,” imbuhnya.

Pemain Persiku, Yohanes Kandaimu mengatakan bahwa semua pemain ingin menang dalam laga kandang sore ini.

Tapi keberuntungan memang belum berpihak pada Persiku, sehingga PSS Sleman yang berhasil meraih kemanangan.

“Tapi ya mereka (PSS) lebih baik. Setelah ini, kami akan fokus ke pertandingan berikutnya,” katanya.

Sementara itu, Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis merasa senang dengan hasil laga tandang perdananya sore ini.

Ia mengapresiasi perjuangan para anak asuhnya sampai dengan menit terakhir.

“Kemenangan perdana di luar kandang ini membuat motivasi pemain untuk pertandingan-pertandingan beirkutnya. Mudah-mudahan lebih bagus lagi,” katanya.

Motivasi lain yang membuat PSS bisa memenangkan pertandingan adalah dukungan para suporter. Mereka yang rela datang ke Kudus untuk mendukung langsung PSS, adalah dukungan luar biasa hingga akhirnya Elang Jawa bisa menang.

“Dukungan dan doa mereka sangat berarti bagi Sleman (PSS),” tegas Ansyari.***