Pihaknya melanjutkan, pada dasarnya pihaknya tidak melarang siswanya untuk bergabung dengan akademi sepakbola lainnya. Asal akademinya lebih baik dari ASTI.
“Kami mendukung anak-anak dapat berkembang lebih baik, tapi harus ke akademi atau SSB yang sudah terpercaya, karena ini untuk masa depan mereka. Kasihan kalau mereka tertipu, nasibnya terombang-ambing nanti,” kata Arif.
Terlebih selama ini, siswa yang bergabung dengan ASTI selalu dibekali banyak hal. Selain pendidikan mengenai olahraga sepakbola, pendidikan akademik lainnya serta ilmu agama juga ditekankan.
Keseriusan ASTI dalam mengembangkan kemampuan siswanya pun dibuktikan dengan banyaknya siswa yang bergabung dengan ASTI hingga saat ini. Total, ASTI memiliki 92 siswa di Kudus kelahiran 2007-2011.
Meskipun ada tiga orang pelatih yang telah dipecat, saat ini ASTI dikatakan Arif masih memiliki 6 orang pelatih lainnya yang siap mengembangkan bakat olahraga sepakbola para siswa ASTI.
“Dengan kejadian sebelumnya, kami akan lebih selektif lagi memilih pelatih. Harapan kami latihan siswa ASTI tidak terdampak, supaya tetap berprestasi dengan berlatih lebih maksimal,” harapnya.**
