Lebih lanjut, Wiraga menuturkan, jika ada masyarakat yang membuat laporan kehilangan, pihaknya membutuhkan sampel tes DNA dari pihak keluarga.
“Jadi kita masih sedang proses lapor, masih menunggu tes DNA, tapi kita butuh sampel-sampel tes DNA kita masih random,” jelas dia.
Diterangkan Wiraga, untuk dugaan kematian korban pihaknya sampai saat ini belum mengetahuinya. Apakah terkait dengan pembunuhan atau orang hilang.
Pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk mengungkapkan identitas kerangka manusia tersebut. Seperti, menyebarkan ke beberapa wilayah jika ada yang merasa anggota keluarganya hilang.
“Kasusnya kita belum tau pembunuhan atau orang hilang. Upaya pencarian dari kepolisian kita menyebarkan kebeberapa wilayah, daerah, apabila ada yang merasa anggota keluarganya hilang bisa segara lapor,” ucapnya.
Tak berhenti di situ, pihaknya juga melibatkan polres tetangga apabila ada warga yang membuat laporan kehilangan. Tepatnya, yang usianya diperkiraan 16-17 tahun dengan berjenis kelamin laki-laki.
“Kita juga menyebarkan informasi ke beberapa polres tetangga dan polres lain apabila ada laporan orang kehilangan kira-kira umur kurang lebih 16-17 tahun tolong konfirmasi kita untuk kita ambil sampel DNAnya. Karena kita bener membutuhkan sampel DNAnya. Saya kira tengkorak manusia sampai saat ini masih di rumah sakit,” tandasnya.
Untuk diketahui, telah diberitakan sebelumnya bahwa ada penemuan kerangka manusia di sebuah rawa persawahan blok Beranjoyo, Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu, 13 Juli 2022 lalu. Proses pengidentifikasian temuan tersebut pun masih dilakukan hingga saat ini.***
