Kemudian, mengingat kodrat perempuan yang biasanya menstruasi, Nuryanto menuturkan bahwa DKK Kudus rutin memberikan tablet darah untuk menghindari anemia. Namun, kadang asupan tersebut diabaikan oleh remaja.
“Kita dukung, kita berikan untuk pemberian tablet tambah darah gratis, cuman masalahnya kadang tidak diminum, padahal itu penting,” ungkapnya.
Terlebih, lanjut Nuryanto, anemia yang bisa disebabkan karena menstruasi ini bisa menyebabkan kondisi remaja putri menjadi lemas, sering ngantuk, dan sulit berkonsentrasi. Ini menjadi rawan terjadinya KEK.
“Karena itu, dengan aksi bergizi kita bisa mendongkrak hal itu dan juga menjadi persiapan bagi perempuan yang akan menjadi calon pengantin,” tambahnya.
Apabila kondisi calon ibu nantinya KEK, maka bisa dikhawatirkan akan melahirkan bayi yang stunting. Oleh sebab itu, pihak DKK Kudus terus menggencarkan aksi bergizi untuk menciptakan generasi emas ke depannya. ***
