Sementara itu, Kepala Pasar Brayung, Agung Prihatin menyambut antusias dengan pemasangan cctv tersebut. Katanya, pedagang merasa lebih lega karena aksi maling yang kerap membuat resah akhirnya dapat ditekan dengan pantauan cctv.
“Pedagang sangat antusias merespon, dulu kan kepingin ada cctv, dikasih alhamdulillah pada senang,” katanya, Jumat, 18 Juli 2025.
Agus melanjutkan, pemasangan unit cctv diprioritaskan pada titik-titik yang rawan aksi kemalingan, terutama di pintu masuk Pasar Brayung. Kemudian, di kios kelontong yang menjual barang-barang kebutuhan pokok.
“Yang rawan kemalingan itu biasanya yang jual rokok. Sebelumnya memang belum ada cctv, jadi tidak bisa terpantau kalau ada kejadian seperti itu,” bebernya.
Saat ini, ada sekitar 400 pedagang yang berjualan di Pasar Brayung. Terdiri dari pedagang sayur, konveksi, sembako, aksesoris, dan lainya. Para pedagang berharap, adanya cctv ini bisa membuat pasar lebih aman. ***
