“Desa ini sudah lama ada permainan layang-layang, kalau tidak dilestarikan bisa punah, karena anak sudah cenderung bermain gadget,” ungkapnya lagi.
Sementara itu, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Mutrikah mengungkapkan bahwa lomba gelasan layangan ini dapat memicu multiplayer effect untuk masyarakat Karangampel.
Sebagai kegiatan pertama, kata dia, event ini harus didukung. Dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan dan memajukan Desa Karangampel.
“Saya harap event ini bisa menjadi agenda tahunan yang menarik wisatawan. Ini bisa jadi satu pemberdayaan masyarakat di Karangampel,” ungkap Mutrikah dalam sambutannya.
Pihaknya berharap, kegiatan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Karangampel.
“Kalau bisa jadi event bersama yang tidak hanya diikuti masyarakat Kudus, tetapi juga di sekitar seperti Jepara, Pati, Rembang dan sekitarnya,” imbuhnya.***
