Implementasi Kurikulum Merdeka, 44 PAUD di Kudus Ikuti Lokakarya Guru Mahir Berinkuiri

Lokakarya PAUD binaan Djarum Foundation. (MIA)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Sebanyak 44 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) binaan Djarum Foundation di Kabupaten Kudus mengikuti Lokakarya PAUD: Guru Mahir Berinkuiri, Sabtu-Minggu, 11-12 November 2023

Lokarkarya ini digelar sebagai salah satu wujud implementasi Kurikulum Merdeka, menggunakan pendekatan inquiry based learning (IBL). Melalui IBL, siswa diajak untuk berpikir kritis untuk memecahkan masalah.

Kegiatan ini diikuti oleh 54 peserta yang merupakan guru dari 44 PAUD binaan Djarum Foundation. Kegiatan ini kelanjutan dari Program AJARI (Aku Pembelajar Inkuiri) sejak 2017 lalu kerjasama dengan PBG Kudus.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dihadiri oleh para narasumber profesional yaitu, Irma Yuliantina sebagai Tim Pengembang Kurikulum Merdeka di Kemendikbudristek serta Kementrian Agama Republik Indonesia.

Hadir juga dalam kegiatan ini sebagai narasumber, Nila Kusumaningtyas yang merupakan Ketua 3 Pengurus Pusat Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI).

Kedua narasumber membahas Implementasi Kurikulum Merdeka, penyusunan perencanaan pembelajaran, penataan lingkungan bermain, dukungan guru dalam proses pembelajaran, praktik pembelajaran menggunakan pendekatan inkuiri, dan asesmen pembelajaran.

Menurut Direktur Program Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Primadi H. Serad kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas guru dalam pengimplementasian Kurikulum Merdeka melalui metode pendekatan inkuiri,” ujarnya, Minggu, 12 November 2022.

Kedua narasumber sebelumnya telah melakukan observasi lapangan di lima PAUD di Kudus yaitu KB-TK PG Rendeng, TKIT Umar Bin Khatab, KB-TK Cahaya Nur, PAUD Terpadu Kalirejo, dan PAUD Masehi, sebagai dasar pembahasan materi lokakarya.

Mereka mengumpulkan data mengenai pemahaman substansi inkuiri dalam proses pembelajaran oleh para guru. Selain itu, mereka juga melihat sejauh mana PAUD telah mengakomodir kontekstual termasuk budaya lokal dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

“Yang telah dilakukan Djarum Foundation terhadap 44 PAUD yang ada di Kudus ini sangat menginspirasi, seharusnya bisa dicontoh di PAUD-PAUD lainnya,” tutur Nila Kusumaningtyas.

Sedangkan Irma Yuliantina, menyampaikan bahwa penerapan Inquiry Based Learning (IBL) yang benar-benar sesuai dengan Implementasi Kurikulum Merdeka telah dilakukan di 44 PAUD yang ada di Kudus.

“Nah, seperti inilah penerapaan Inquiry Based Learning yang benar dan sesuai dengan Implementasi Kurikulum Merdeka. Saya masih sering menjumpai banyak guru-guru penggerak dari pemerintah yang masih salah, harus belajar dari PAUD di Kudus,” tutur Irma Yuliantina. ***