Target Medali Emas, Squash Kudus Geber Latihan Jelang Porprov Jateng 2026

Persiapan tim Squash Kabupaten Kudus menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng) 2026 terus dikebut. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.Id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Persiapan tim Squash Kabupaten Kudus menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng) 2026 terus dikebut.

Empat atlet yang akan menjadi wakil Kudus kini menjalani latihan rutin dengan kesiapan tim yang disebut telah mencapai sekitar 80 persen.

Pelatih Squash Kudus, Supardi, mengatakan program latihan disusun untuk meningkatkan kemampuan teknik sekaligus membiasakan atlet menghadapi kondisi pertandingan.

Bacaan Lainnya

Setiap pekan, para atlet menjalani empat kali latihan di Kudus dan satu kali latihan di lapangan squash resmi di luar daerah.

“Latihan rutin empat kali di Kudus. Untuk bermain di lapangan squash, kami bergantian latihan ke Semarang atau Jepara,” ujar Supardi, Senin, 31 Agustus 2026.

Program latihan di Kudus dilaksanakan pada sore hari hingga menjelang Maghrib. Sementara latihan di Semarang dan Jepara menjadi kesempatan bagi para atlet untuk beradaptasi dengan arena pertandingan yang sebenarnya.

Persiapan tersebut dijalani di tengah keterbatasan sarana. Kabupaten Kudus hingga kini belum memiliki lapangan squash resmi, sehingga pembinaan atlet belum dapat dilakukan sepenuhnya menggunakan fasilitas yang sesuai dengan standar cabang olahraga tersebut.

Kondisi itu membuat tim harus memanfaatkan sarana yang tersedia untuk latihan simulasi. Para atlet baru bisa mendapatkan porsi latihan di lapangan resmi ketika menjalani agenda latihan ke luar daerah.

“Fasilitas memang menjadi kendala kami. Kalau ingin latihan di lapangan squash, kami harus keluar Kudus,” kata Supardi.

Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak mengubah target yang telah dipasang. Tim Squash Kudus tetap membidik minimal satu medali emas pada ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

Kudus akan menurunkan empat atlet, masing-masing dua putra dan dua putri. Mereka akan bersaing pada nomor tunggal putra dan tunggal putri.

Dua atlet putri masih berstatus pelajar dengan rentang usia sekitar 16 hingga 17 tahun. Sementara dua atlet putra telah berada di jenjang perguruan tinggi.

Seluruh atlet tersebut sebelumnya memiliki latar belakang olahraga tenis dan telah memiliki pengalaman mengikuti kompetisi.