Tanggul Sungai Wulan Tanggulangin Kudus Retak 10 Meter, Bupati Dapati Konstruksi Tanpa Besi Slup

Keretakan tanggul Sungai Wulan yang berada di bawah Jembatan Tanggulangin Kudus. (NILA) 

Kendati pihaknya sudah menyiapkan langkah darurat, Pemkab Kudus melalui Dinas PUPR tetap akan berkoordinasi dengan BBWS Jateng. Hartopo berharap, bila BBWS siap memperbaiki tanggul, konstruksi bangunan perlu ditambah dengan besi slup. Pun bila memang semua konstruksi ternyata tanpa besi slup, tanggul yang baru dikerjakan harus dibangun ulang.

“Tapi kalau BBWS konstruksinya seperti ini (tanpa besi slup), nanti akan diambil alih kita. Nanti kita anggarkan ke depan, konstruksi pakai besi slup. Estimasi perbaikan sekitar Rp 26 juta,” tegas Hartopo.

Sementara itu, Kepala Desa Jati Wetan Agus Susanto mengungkapkan bahwa keretakan tanggul terlihat sejak dua hari lalu. Bermula dari keretakan biasa, lama-lama semakin lebar dan menganga. Terparah, terjadi pagi hari ini.

Bacaan Lainnya

“Tanggul ini baru sekitar tiga bulanan lalu diperbaharui, tapi terjadi retakan lagi. Terakhir ini sekitar dua harian terjadi retakan dan parahnya tadi pagi,” jelasnya.

Agus juga mengungkapkan bahwa retaknya tanggul ini sangat membuat khawatir warga sekitar tanggul. Sebab tinggi sungai dengan pemukiman warga lebih tinggi sungai. Sehingga bila sewaktu-waktu volume air sungai meningkat, ditakutkan tanggul jebol dan air banjir langsung menghantam pemukiman warga yang berada di bawahnya.

“Tingkat bahayanya itu sangat amat bahaya. Ketinggian sungai dengan pemukiman itu tinggian sungai. Jadi otomatis kalau ada keretakan, itu sangat amat bahaya bagi kami,” terangnya.

Untuk itu pihaknya meminta agar perbaikan tanggul sungai bisa segera dilakukan. Agar warga tidak lagi khawatir bila debit air sungai tiba-tiba meningkat. ***