KUDUS, ZONANEWS.ID — Bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Demak sejak 8 Februari 2024 membuat ribuan orang harus mengungsi, salah satunya ke Kabupaten Kudus.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mencatat, hingga 16 Februari 2024, total ada sekitar 5.400 orang pengungsi dari Demak yang saat ini ada di wilayah Kudus. Tersebar di 9 kecamatan, para pengungsi ada yang menempati posko pengungsian hingga rumah-rumah warga.
Penjabat (Pj) Bupati Kudus Muhammad Hasan Chabibie menjelaskan, bencana tidak ada batas teritori, yang ada adalah rasa kemanusiaan.
Sebab itu, sejak banjir menerjang pemukiman warga Demak, Pemkab Kudus sangat terbuka menerima pengungsi dari Demak ke tempat yang lebih aman.
“Kami Pemkab Kudus semaksimal mungkin dalam posisi bencana itu memberikan support dan back-up semaksimal mungkin untuk masyarakat Demak yang mengungsi di Kudus,” kata Hasan selepas berkoordinasi dengan Bupati Demak Eisti’anah beserta stafnya di Pendopo Belakang Kudus, Jumat, 16 Februari 2024.
Selama membantu pengungsi di Kudus, baik dalam penyediaan logistik makanan hingga lainnya, Pemkab Kudus dikatakan Hasan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kudus sama sekali.
Sumbangsih serta donasi dari masyarakat Kudus maupun pihak-pihak lainnya selama ini, menurut Hasan sudah sangat mencukupi semua kebutuhan para pengungsi yang ada.
“Kita tidak menggunakan APBD Kudus sama sekali, kita tidak pakai dana TT (Tidak Terduga) juga. Karena kesadaran luar biasa dari masyarakat Kudus bahwa dalam situasi bencana ini, semua harus turun tangan. Semua (kebutuhan pengungsi) sudah tercukupi dengan sumbangsih dan donasi dari masyarakat Kudus dan sekitarnya,” jelas Hasan.
Sebab itu, Pj Bupati Kudus sangat berterima kasih kepada semua masyarakat Kudus dan pihak lainnya atas sumbangan maupun donasi logistik untuk para pengungsi dari Demak. Termasuk bantuan BBM hingga gas untuk memasak, semua juga dari sumbangan masyarakat.
“Luar biasa sekali perhatian masyarakat Kudus terhadap pengungsi dari Demak,” kata Hasan.
