Sementara itu, pembangunan Gedung IGD serta PONEK dilaksanakan dengan nilai kontrak Rp 6.860.535.200 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Gedung ini dari 2 lantai. Lantai 1 difungsikan sebagai IGD terpadu dengan kapasitas 35 tempat tidur, dilengkapi ruang KDRT dan Jiwa, ruang SPGDT, serta ruang isolasi. Sementara lantai 2 difungsikan untuk ruang perkantoran untuk mendukung operasional layanan.
”Melalui renovasi dan perluasan ini, kapasitas serta kenyamanan layanan kegawatdaruratan meningkat, sehingga penanganan pasien dapat dilakukan lebih cepat, komprehensif, dan sesuai standar pelayanan rumah sakit,” katanya.
Dalam sambutannya, dr. Mustiko Wibowo menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu layanan kesehatan di RSUD dr. Loekmono Hadi.
Dengan diresmikannya Gedung Fressia serta selesainya renovasi dan perluasan IGD dan PONEK, pihaknya berharap masyarakat Kudus dan sekitarnya memperoleh layanan yang lebih optimal, cepat, dan nyaman.
”Dengan pengembangan fasilitas ini, kami berharap dapat semakin memperkuat peran RSUD dr. Loekmono Hadi sebagai rumah sakit rujukan yang unggul dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tutupnya. ***
