ASTI Kudus sendiri menempuh perjalanan berliku sebelum mencapai tangga juara. Tergabung di Grup B bersama POPB (DK Jakarta), Bina Bangsa (Jawa Barat), dan Tiga Boys (Kalimantan Timur), ASTI lolos sebagai juara grup dengan tujuh poin hasil dua kemenangan dan satu kali imbang.
Di babak perempat final, Ahmad Satria menjadi penentu kemenangan atas Bangau Putra 1979 (Sulawesi Selatan). Sementara di semifinal, giliran Caesar Akbar yang mencatat gol indah melalui aksi solo run untuk menyingkirkan Tunas Palapa Ternate (Maluku Utara) dengan skor 1-0.
Lawan tangguh datang dari PS Malaka yang sebelumnya menang telak 3-0 atas Tamiang United FC (Aceh) di semifinal. Namun, pada partai puncak, keunggulan kolektif ASTI Kudus berhasil menutup pergerakan lawan hingga memastikan trofi juara.
Dengan kemenangan ini, ASTI Kudus tak hanya membawa pulang trofi Piala Presiden U-15, tetapi juga mengukuhkan diri sebagai akademi sepak bola usia muda terbaik di tanah air. Arif Budianto menutup pernyataannya dengan penuh optimisme,
Diketahui dalam Piala Presiden ini untuk kategori U-12 diikuti 18 tim dengan 252 pemain. Sementara untuk kategori U-15, diikuti 16 tim dengan 288 pemain.
Secara keseluruhan, hadir 34 tim dengan 540 pemain yang datang dari berbagai penjuru Nusantara, mulai dari Ternate, Makassar, dan Jayapura hingga Medan, Padang, Jakarta, Surabaya, dan Lombok.
“Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mencetak generasi emas sepak bola Indonesia.” tandas Arif Budianto. ***
