“Yang penting kita punya mimpi dulu, semoga bisa terwujud,” tandasnya.
Untuk diketahui, Disbudpar Kudus tengah mewacanakan pengelolaan sebagian wahana di Museum Kretek dengan pihak ketiga atau investor. Rencana tersebut saat ini pun masih menunggu hasil penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).
Namun, tidak semua wahana di kawasan tersebut disewakan kepada investor. Ruang pamer museum, rumah adat, bangunan technopark, gedung bioskop, serta lahan di sebelah timur rumah adat tidak termasuk dalam objek yang disewakan.
Adapun kawasan yang direncanakan masuk dalam skema penyewaan antara lain area waterboom beserta bagian di sebelah timurnya. Area parkir juga disebut akan masuk dalam objek yang disewakan. Kemudian, area ruko dan wahana anak. ***
