Tak Punya Lapangan Golf, Tim Kudus Tetap Matangkan Persiapan dan Bidik Medali Porprov Jateng 2026

Tim atlet golf Kudus terus mematangkan persiapan Porprov Jateng 2026. (Foto: Istimewa)

“Turnamen nanti menjadi bahan evaluasi sekaligus untuk mengasah mental. Golf itu feeling-nya harus sering diasah dengan turun langsung ke lapangan,” ungkap Kusnandar.

Persiapan tim golf Kudus juga menghadapi kendala pendanaan. Kusnandar menjelaskan olahraga golf membutuhkan biaya yang cukup besar karena setiap latihan di lapangan terdapat sejumlah pengeluaran, mulai dari penggunaan lapangan hingga bola.

Menurutnya, sekali bermain dengan fasilitas lapangan secara penuh dapat membutuhkan biaya lebih dari Rp 1 juta untuk satu orang. Kondisi tersebut membuat tim harus memilih lokasi latihan yang lebih efisien.

Bacaan Lainnya

“Setiap turun ke lapangan pasti membutuhkan biaya. Sekali bermain bisa lebih dari Rp 1 juta per orang,” katanya.

Selain biaya latihan, pengadaan peralatan juga menjadi perhatian. Setiap atlet harus terbiasa menggunakan peralatan sendiri agar dapat menyesuaikan permainan dengan karakter peralatan yang digunakan.

Di tengah keterbatasan tersebut, pengalaman menjadi salah satu modal tim golf Kudus. Sebagian besar atlet yang disiapkan telah memiliki pengalaman mengikuti berbagai turnamen, termasuk kompetisi tingkat Jawa Tengah.

Kusnandar menyebut beberapa atlet juga sudah beberapa kali memperkuat Kudus dalam ajang Porprov.

“Sebagian atlet sudah beberapa kali ikut Porprov membela Kudus. Jadi pengalaman mereka cukup,” tuturnya.

Dalam persaingan Porprov Jateng 2026, sejumlah daerah memiliki fasilitas dan pengalaman yang cukup mendukung. Di antaranya Kota Semarang, Kota Surakarta, Boyolali, dan Cilacap yang memiliki lapangan golf.

Kusnandar mengakui keberadaan lapangan golf membuat atlet dari daerah tersebut memiliki kesempatan berlatih lebih sering. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan semangat tim Kudus untuk mengejar target medali.

Pertandingan golf Porprov Jateng 2026 dijadwalkan berlangsung di Lapangan Golf Gombel, Semarang. Kompetisi digelar selama empat hari, dengan satu hari untuk nomor foursome dan tiga hari berikutnya untuk nomor beregu serta perorangan

Kusnandar berharap keterbatasan fasilitas di Kudus dapat menjadi perhatian untuk pengembangan olahraga golf ke depan. Menurutnya, keberadaan driving range maupun lapangan golf sederhana dapat membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk mengenal golf sekaligus membantu proses pembinaan atlet muda.

“Harapan saya ke depan Kudus punya driving range dan lapangan golf, untuk mencari bibit-bibit muda,” pungkas Kusnandar.***