Di samping itu, ada alasan mendasar mengapa para pedagang sayur tidak jadi direlokasi Pasar Babe dan Pasar Burung. Menurut Hartopo, sampai saat ini tempat relokasi masih perlu ditata lebih lanjut.
Tempat relokasi yang diharapkan ternyata belum mumpuni untuk menampung sekitar 300 pedagang yang akan pindah.
“Karena kemarin hasil pendataan ada sekitar 300 pedagang dan di sana (Pasar Babe) belum mumpuni, maka dari itu tempat relokasi itu kita tata dulu. Tapi yang di sini (Pasar Bitingan), kita tertibkan dulu,” ungkapnya.
Meski demikian, bila nanti penataan pasar Babe sudah selesai, para pedagang tetap diminta untuk pindah tempat. Tidak lagi bejubel di sekitaran Paar Bitingan, namun berpindah ke Pasar Babe dan Pasar Burung.
Selain mempersiapkan Pasar Babe sebagai tempat relokasi pedagang sayur, Kudus juga sedang mempersiapkan rencana pembangunan Pasar Sayur Induk di Jalan R Agil Kusumadya. Di mana investor sudah mulai mempersiapkan perizinannya agar bisa membangun Pasar Sayur Induk di tahun 2023 ini.***
