KUDUS, ZONANEWS.ID – Warga Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah diajak untuk melihat potensi ekonomi dari sampah dengan mengubahnya menjadi barang bernilai jual. Kegiatan itu diujarkan dalam sosialisasi Bank Sampah oleh Karang Taruna Cipta Kusuma, belum lama ini.
Hadir dalam kegiatan sosialisasi Kepala Desa Dersalam, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan ketua RT, pemerintah desa, BPD, hingga Babinsa Koramil Bae.
Sementara itu, Ketua BPK Kudus Yulianto mengatakan, bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilih serta memiliki manajemen layaknya perbankan tapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah.
“Untuk warga yang menabung juga disebut nasabah memiliki buku tabungan dan dapat meminjam uang yang nantinya dikembalikan dengan sampah seharga uang yang dipinjam,” katanya.
Sosialisasi bank sampah sendiri bertujuan untuk meminimalkan volume timbunan sampah yang ada pada tempat pembuangan akhir (TPA). Selain itu, juga untuk mendorong masyarakat agar melihat potensi ekonomis yang ada pada sampah.
Kepala Desa Dersalam, Sulaiman menyebut, dalam membentuk bank sampah memerlukan aspek-aspek manajemen bank sampah yang baik. Meliputi, aspek regulasi manajemen, aspek kelembagaan pengelolaan sampah, aspek teknologi, aspek pembiayaan, aspek partisipasi masyarakat, dan aspek teknis operasional.
“Memang dalam keberlangsungan bank sampah perlu niat dan tekad bulat dari masyarakat sehingga program bank sampah ini dapat memberikan keberlanjutan,” tuturnya.
