SMAN 2 Kudus Bangga Luar Biasa, I Dewa Ayu Fristy Jadi Pembawa Baki di Istana Negara

Bupati Kudus HM Hartopo melepas siswa asal Kudus jadi paskibraka nasional, salah satunya I Dewa Ayu Firsty Meita Dewanggi (kiri bupati). (DISKOMINFO KUDUS)

Kemudian ada momen ketika Firsty latihan membawa baki bendera, pihak sekolah tidak ingin banyak berharap. Apakah benar Firsty yang terpilih jadi pembawa baki atau tidak.

Namun semuanya terjawab ketika laman resmi staf kepresidenan menyerahkan susunan paskibraka nasional dan Firsty terpilih jadi pembawa baki bendera.

“Saya tambah mantap lagi waktu nonton langsung tadi pagi di tv. Oh iya benar, ini anaknya. Ya Allah alhamdulilah. Rasanya itu bangga iya, terharu iya, dag dig dug luar biasa juga,” ungkapnya dengan nada bahagia.

Bacaan Lainnya

Ke depan ketika Firsty kembali ke sekolah, pihak sekolah berniat menjadikannya sebagai pembina upacara. Hal ini untuk memberikan nasehat-nasehat kepada kawan-kawannya dan menularkan energi positifnya.

“Biar aura positifnya nular ke teman-temannya, inspirasi dan tekadnya bisa ditiru. Kalau ke depan ada yang pengen jadi seperti dia, kita tidak dapat berharap banyak. Karena persaingan sangat luar biasa,” ucapnya.

Afifuddin menegaskan bahwa setiap siswanya punya kesempatan sama untuk menjadi Firsty selanjutnya. Meskipun bukan dari daerah yang diunggulkan dan sekolah terbaik di wilayahnya, tapi SMAN 2 Kudus bisa punya kesempatan luar biasa.

Di sisi lain, Bupati Kudus HM Hartopo yang mendengar ada siswa dari Kudus yang jadi pembawa baki bendera pengibaran bendera merah putih, sangat mengapresiasi. Kesempatan itu dikatakan Hartopo jadi sebuah anugerah yang luar biasa.

“Ini merupakan prestasi luar biasa. Karena orang yang terpilih (jadi pembawa baki), itu orang pilihan. Tentunya saya memberikan apresiasi,” katanya.

Dengan kesempatan yang didapat, Hartopo berharap itu bisa dimanfaatkan sebaik-sebaiknya dan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya di Kudus.***