“Jadi presentase itu kita pertimbangan karena nilai TKA sedikit banyak mencerminkan kualitas siswa, meskipun tidak hanya bisa sepaket nilai TKA, tapi ada raport dan piagam. Tiga poin ini nanti yang akan dilihat, kita hargai nilai raport, TKA, piagam,” tambahnya.
Anggun pun mengaku telah melakukan sejumlah antisipasi agar pelaksanaan SPMB secara daring dapat berjalan lancar. Termasuk, kesiapan jaringan, operator dan verifikator sekolah, maupun posko aduan.
“Semoga nanti bisa berjalan lancar, dan siswa bisa mendaftar di sekolah tujuannya masing-masing tanpa ada kendala,” harapnya.
Sementara itu, untuk pendaftaran SPMB jenjang SD akan dilakukan melalui luring, dengan tiga jalur, meliputi jalur domisili sebesar 80 persen dari kuota daya tampung sekolah, jalur afirmasi sebesar 15 persen, dan jalur mutasi sebesar 5 persen.
“Untuk pengumuman hasil pendaftaran jenjang SD dan SMP sama yaitu pada tanggal 26 Juni,” tuturnya.
Setelah pengumuman hasil pendaftaran, akan dilanjutkan dengan tahap daftar ulang. Lalu, awal tahun ajaran baru nanti mulai tanggal 14 Juli 2026. ***
