Di sisi lain, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus Arief Budi Siswanto menjelaskan bahwa memang selama ini pompa tidak beroperasi 24 jam. Ada jeda sekitar satu jam untuk relaksasi genset maupun pompa.
“Karena memang jangan sampai 24 jam full (hidup), dikhawatirkan bisa jebol,” kata Arief.
Namun terkait BBM, selama ini sudah tercover. Tidak ada masalah terkait bahan bakar untuk pompa maupun genset yang dihidupkan.
“BBM selama ini masih tercover, memang ada jeda waktu satu jam untuk relaksasi genset maupun pompa,” terangnya.
Setidaknya sebagai upaya mengurangi banjir di Desa Jati Wetan, ada 2 pompa yang beroperasi. Masing-masing berkapasitas 500 liter perdetik dan 300 liter perdetik. Dengan menggunakan solar sebanyak 300 liter untuk hampir 24 jam.***
