Semua Puskesmas dan Rumah Sakit di Kudus Miliki Tes NS1 untuk Deteksi DBD, Warga Bisa Cek Gratis

Ilustrasi. Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

Virus dengue sendiri bisa disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti yang membawa virus tersebut. Untuk mengantisipasi penyebaran nyamuk tersebut, kata dr. Andini, dapat dilakukan dengan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus.

Gerakan 3M Plus yang dimaksut yakni, menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembangbiak nyamuk aedes aegypti.

Lalu, poin plus-nya antara lain, menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk, memeriksa tempat-tempat penampungan air, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi yang ada di rumah.

Bacaan Lainnya

“Kami juga telah menyiapkan bubuk abate yang bisa diminta gratis di puskesmas,” tandasnya.

Lebih lanjut, dr. Andini menerangkan bahwa sejak awal tahun hingga Mei 2025, tercatat ada 251 kasus DBD di Kudus. Mayoritas kasus tersebut menjangkit anak-anak usia 4-15 tahun. Sedangkan, untuk kasus kematian masih nihil hingga saat ini. ***