Semarak HUT ke-81 RI, Onthelis Kudus Gelar Upacara Bernuansa Perjuangan

Sekitar 200 orang berkumpul di kompleks Gelanggang Olahraga (GOR) Wergu Wetan, Senin, 17 Agustus 2026. Mereka mengikuti upacara bendera dengan mengenakan pakaian yang menggambarkan suasana perjuangan pada masa lalu. (Foto: Istimewa)

Nilai sejarah tersebut kemudian dipadukan dengan semangat persaudaraan. Meski terbagi dalam sejumlah klub, para penggemar tetap dapat berkumpul dalam kegiatan bersama.

“Untuk melestarikan sepeda tua, kita memang berusaha untuk bersaudara semuanya, kumpul jadi satu. Melalui sepeda tua, kita tetap bersaudara. Satu rasa, satu sepeda, satu onthel, semuanya saudara,” tutur Yon.

Peringatan kemerdekaan juga menjadi kesempatan bagi komunitas untuk mengingat kembali keterbatasan sarana transportasi pada masa perjuangan bangsa.

Bacaan Lainnya

Menurut Yon, para pejuang dahulu banyak melakukan perjalanan dengan berjalan kaki. Karena itu, penggunaan sepeda onthel dalam peringatan HUT RI dinilai dapat menjadi simbol untuk mengenang perjuangan tersebut.

“Seperti peringatan ini untuk mengingatkan. Para pejuang dulu jalan kaki. Paling tidak dengan sepeda, kita ikut merasakan perjuangan,” katanya.

Kecintaan terhadap sepeda lawas juga terlihat dari koleksi yang dimiliki para anggota. Mayoritas sepeda yang digunakan merupakan produksi sebelum 1960 dengan model onthel.

Beberapa sepeda bahkan tercatat dibuat pada 1954 dan 1956. Salah satu koleksi tertua berasal dari 1938.

Sepeda tersebut disebut pernah mendapat tawaran sebesar Rp48 juta. Namun, pemiliknya tidak melepas karena ingin mempertahankan sepeda itu untuk rencana museum.

“Yang paling tua ada yang tahun 1938. Sudah ditawar Rp48 juta, tetapi tidak dilepas karena mau dimuseumkan,” jelas Yon.

Di Kudus sendiri terdapat sekitar lima hingga enam komunitas sepeda tua yang masih aktif. Lokasi berkumpulnya pun tersebar di sejumlah tempat.

Keberadaan komunitas yang berbeda tersebut tidak membuat para penggemar berjalan sendiri-sendiri. Justru, mereka tetap membangun komunikasi dan berkolaborasi dalam berbagai kegiatan.

Perayaan HUT ke-81 RI di GOR Wergu Wetan akhirnya berlangsung meriah. Setelah upacara, peserta mengikuti berbagai perlombaan dan hiburan, seperti makan kerupuk, bernyanyi, hingga atraksi obor.

Bagi komunitas onthel, perayaan tersebut menjadi gambaran bahwa sepeda tua masih memiliki tempat di tengah masyarakat. Bukan hanya sebagai barang koleksi, tetapi juga sebagai media untuk menjaga sejarah, mempererat persaudaraan, dan menghidupkan semangat nasionalisme.***