“Dua kegiatan ini kami gabungkan agar nilai manfaatnya lebih besar bagi masyarakat,” kata Dewi.
Sementara itu, Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton mengapresiasi kolaborasi JPK Kudus, OJK Jawa Tengah, Baznas, dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Menurut Bellinda, literasi keuangan menjadi bekal penting bagi masyarakat agar mampu mengelola keuangan dengan bijak dan mengambil keputusan yang tepat.
“Kegiatan ini merupakan langkah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak,” ujarnya.
Bellinda juga menyambut baik kehadiran program Mutiara Desa yang berbasis kegiatan majelis taklim.
Menurutnya, majelis taklim dapat menjadi ruang kebersamaan masyarakat untuk menumbuhkan nilai gotong royong, keimanan, akhlak, toleransi, serta kepedulian sosial.
Pemkab Kudus mendorong program tersebut diisi dengan berbagai kegiatan edukatif, seperti kelas pengelolaan keuangan keluarga, pelatihan pencatatan keuangan sederhana bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) perempuan, hingga diskusi mengenai menabung, pengelolaan utang, dan perencanaan masa depan.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan mendapatkan edukasi mengenai keamanan transaksi digital serta kewaspadaan terhadap penipuan dan berbagai tawaran keuangan yang mencurigakan.
“Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata dan memperkuat pengetahuan serta kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya perempuan di Kudus,” kata Bellinda.
Ia pun berpesan kepada para Duta Literasi Keuangan yang baru diluncurkan agar menjalankan tugas secara bertanggung jawab dan menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.
“Bantu masyarakat agar semakin cerdas dalam mengambil keputusan keuangan,” pesannya.***
