Dia berharap korban yang meninggal di Stadion Kanjuruhan Malang mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Dia juga berharap korban diterima di disi Allah SWT.
“Semoga korban diterima di sisi Allah SWT dan tragedi seperti ini tidak terjadi lagi,” pungkasnya.
Sementara itu, Faruq Makrus selaku pemerhati pendidikan, merasa sangat sangat prihatin dengan apa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang.
“Kenapa sampai ada gas air mata, padahal menurut FIFA tidak diperbolehkan. Kemudian jadwal yang ditentukan Panpel, terlebih over kuota,” ujarnya.
Ia menambahkan, bahwa kedepan diharapkan tidak terulang. Dan semoga menjadi pembelajaran bagi semua.
“Ya semoga dipertegas dengan SOP yang jelas dan mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan. Sehingga kedepannya tidak akan terulang,” pungkasnya.
Lebih lanjut, salah seorang siswa kelas XII di SMK Duta Karya Kudus, Muhammad Rakha Reswara mengatakan, inisiatif teman-teman pelajar melaksanakan salat gaib dan doa bersama sebagai bentuk duka cita. Ia merasa bersimpati dan berharap hal ini tidak terjadi lagi kedepannya.***
