KUDUS, ZONANEWS.ID – Manajemen rumah sakit (RS) Sarkies ‘Aisyiyah Kudus memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai dugaan adanya kelompok gangster yang masuk ke lingkungan rumah sakit pada Senin dini hari, 15 Juni 2026.
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan untuk menyimpulkan identitas maupun keterkaitan seseorang dengan kelompok tertentu.
Manager Operasional RS Sarkies ‘Aisyiyah Kudus, Noor Fitriati, mengatakan bahwa penentuan status seseorang sebagai anggota gangster atau bukan merupakan kewenangan aparat kepolisian.
“Kami tidak bisa menyimpulkan mereka ini gangster atau bukan, karena itu ranah kepolisian. Yang jelas saat itu ada dua anak yang gerak-geriknya mencurigakan dan jawabannya tidak jelas ketika ditanya petugas keamanan,” ujar Noor Fitriati.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, dua remaja laki-laki yang diperkirakan masih berusia sekolah menengah atas terlihat mondar-mandir di area radiologi dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit.
Melihat aktivitas yang tidak biasa, petugas keamanan kemudian mendatangi dan meminta keterangan kepada keduanya. Namun, jawaban yang diberikan dinilai tidak konsisten sehingga memunculkan kecurigaan.
Salah satu remaja mengaku datang untuk menjenguk pasien rawat inap. Namun ketika diminta menjelaskan identitas pasien yang akan dijenguk, yang bersangkutan tidak dapat memberikan jawaban yang jelas.
“Saat ditanya petugas, salah satu anak mengaku hendak menjenguk pasien. Tetapi ketika diminta menyebutkan pasien yang dimaksud, keterangannya tidak jelas,” katanya.
Kecurigaan petugas semakin bertambah setelah salah satu remaja diketahui masuk ke area rawat inap dan membuka buku operan milik perawat.
Merasa tidak nyaman dengan keberadaan orang asing di area pelayanan, perawat kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan.
