Selain memberikan edukasi melalui teori, pelatihan juga diberikan melalui praktik langsung, di mana para jurnalis juga diminta untuk memperagakan bagaimana tindakan pertama bila menemukan orang yang pingsan.
“Banyak orang khawatir untuk membantu ketika ada kasus henti napas atau jantung, padahal pertolongan pertama yang tepat bisa menyelamatkan nyawa. Oleh sebab itu, kami ingin membekali para jurnalis dengan keterampilan dasar ini,” katanya.
RS Mardi Rahayu berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pertolongan pertama dan memberikan manfaat bagi para jurnalis serta masyarakat luas.
Kepala IGD RS Mardi Rahayu, dr. Dedik Cahyono menambahkan, apabila menemukan pasien tidak sadar, maka beberapa langkah tindakan pertolongan pertama yang dilakukan yakni memastikan aman diri, aman pasien, dan aman lingkungan.
Lalu, cek Respon, apabila pasien tidak sadar langsung panggil bantuan ke rumah sakit terdekat. Cek nadi, cek nafas kurang dari 10 menit harus bisa menentukan ada nadi atau tidak. Apabila tidak ada nadi dan tidak ada nafas maka lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP).
RJP dilakukan dengan pijat jantung selama 5 siklus (30 kompresi : 2 bantuan nafas Apabila ada alat bantu nafas). Lalu, setelah itu ada nadi ada nafas dengan posisi lurus terlentang menunggu sampai penolong datang. Apabila masih tidak ada nadi tidak ada nafas lakukan RJP lagi. ***
