Sementara itu, Humas Panitia Buka Luwur Makam Sunan Kudus, Muhammad Kharis mengungkapkan, apa yang dipercayai masyarakat tersebut dikembalikannya kepada setiap individu masing-masing. Panitia hanya bertugas memfasilitasi, semua kembali ke kepercayaan masing-masing.
“Kembali ke kepercayaan masing-masing,” ucapnya.
Ia menjelaskan, nasi berkat buka luwur Sunan Kudus memang khas. Bungkusan daun jati yang berisi nasi dengan lauk daging kerbau atau disebut uyah asem.
Semua yang dibagikan merupakan hasil sadaqah dari semua masyarakat. Di mana terkumpul 14.790 kilogram beras, dengan 14 kerbau, serta 77 kambing.
“Semuanya dari masyarakat dan kami kembalikan ke masyarakat. Termasuk sayur mayur yang dikirab kemarin, karena semua itu juga sadaqah dari masyarakat,” ungkapnya.
Setidaknya dalam pembagian nasi berkat yang dimulai pukul 06.00 WIB itu ada 9.314 bungkus nasi yang dibagikan kepada masyarakat umum. Di mana terdiri dari keranjang kecil 451 buah dan bungkusan kecil sebanyak 8.863 buah.
Jumlah tersebut naik dari tahun sebelumnya, di mana keranjang kecil sebanyak 385 bungkus dan bungkusan kecil ada 6.665 buah.
“Dalam pembagian nasi berkat ini ada antrean cukup banyak. Antrean laki-laki sebanyak 3.075 orang dan perempuan ada 2.559 orang,” jelasnya.
Hingga pukul 07.00 WIB, nasi berkat yang dibagikan kepada masyarakat umum ludes. Tersisa nasi berkat bagi mereka yang telah mengantongi kupon pengambilan. Di mana jumlahnya sekitar 2.269 keranjang kecil dan besar.***
