“Harapan kami juga semua masyarakat bisa jujur (memberikan jawaban atas pendataan BPS),” ucapnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kudus Rahmadi Agus Santosa mengungkapkan, Regsosek yang telah dimulai pada 15 Oktober 2022 ini ditargetkan rampung pada 14 November 2022 mendatang. Ada sekitar 300 ribu keluarga di Kudus yang menjadi sasaran pendataan tim BPS.
“Sejauh ini sudah 60 sampai 70 persen terdata. Kita optimis tanggal 14 nanti semuanya selesai,” katanya.
Total, ada 1.347 petugas yang diterjunkan BPS Kudus untuk mendata semua masyarakat. Kendala di lapangan pun ada. Salah satunya saat menyesuaikan jadwal dengan pihak yang akan didata.
“Kemudian ada satu dua orang yang tidak mau didata. Ketika didekati secara personal, akhirnya mau didata. Kenapa tidak mau, alasannya tidak ada manfaat bagi mereka,” cerita Rahmadi.
Kendati demikian, sebagian besar masyarakat Kudus dikatakan Rahmadi kooperatif dengan pendataan tim BPS. Bahkan pejabat-pejabat tinggi di Kudus juga telah didata. Seperti Bupati Kudus, Ketua DPRD, hingga jajaran petinggi di organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Kudus rata-rata sudah.
