Rawat Warisan Budaya, Desa Gulang Kudus Abadikan Caping Kalo dalam Sebuah Tarian

Tari Caping Kalo. (ISTIMEWA)

Aris menyebut, tarian caping kalo ini diinisiasi oleh pihaknya lantaran prihatin melihat pengrajin keberadaan aksesoris di kepala tersebut sudah mulai menipis. Bahkan sekarang, tersisa satu pengrajin saja yang masih membuat dan melestarian caping khas Desa Gulang itu.

“Ini baru awal, dari tari ini untuk menggaet caping kalo juga, karena selama ini orang hanya membeli untuk kartininan untuk baju adat saja,” tuturnya, Senin, 3 Maret 2023.

Ke depan, Aris menyebut akan melakukan pengembangan terhadap kerajinan caping kalo maupun tarian khasnya agar lebih efektif. Pihaknya mengungkapkan telah mendapatkan dukungan pula dari Yayasan Karya Bakti Nojorono (YKBN) dalam tari khas ini.

Bacaan Lainnya

“Harapan kami, mudah-mudahan kita akan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan pihak ketiga untuk menjadi pendamping kami di desa agar nanti caping kalo akan bergeliat untuk Desa Gulang,” tuturnya. ***