“Infrastruktur bukan hanya bangunan saja, tapi juga teknologi informasi dalam berdagang. Akses modal dan akses barang, jangan sampai pedagang kekurangan barang DNA terjadi kelangkaan,” terangnya.
Tidak berbeda jauh, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Tengah Abdul Wachid mengungkapkan, Partai Gerindra memiliki program bantuan modal untuk pedagang.
Yakni program pinjaman dengan 0 persen bunga, dengan minimal pinjaman Rp 1 juta hingga Rp 5 juta.
“Bagaimana caranya, bisa koordinasi dengan Papera di kabupaten dan DPC Partai Gerindra Kudus,” ungkapnya.
Selain itu, Abdul Wachid juga mengungkapkan program unggulan lainnya yang akan dikembangkan Prabowo Subianto ketika menjadi Presiden RI. Program membangun Indonesia dimulai dengan pembangunan dari desa yang telah dikembangkan sejak 2013 akan terus dilanjutkan.
Dari anggaran sebesar Rp 1 miliar tiap desa, akan ditambah menjadi Rp 2 miliar bagi tiap desa nantinya.
“Karena selama ini 75 persen APBN untuk pembangunan di pusat, nanti akan dibalik. Pembangunan dimulai dari desa,” ucapnya.
Di samping itu, kepada anggota Papera Kudus yang baru saja dilantik, pihaknya berharap agar mereka bisa bekerja untuk menjaring semua pedagang pasar di Kabupaten Kudus. Papera Kudus juga memiliki tugas untuk menyampaikan program-program Prabowo Subianto untuk membangun Indonesia.
Terlebih Prabowo Subianto juga memiliki program untuk mengubah pasar tradisional menjadi lebih modern dan higienis.***
