“Kami selaku warga, setelah pertemuan ini, sepakat (jalan) dibuka. Karena tuntutan kami sudah dikabulkan untuk disiram,” kata Ngadimin.
Sementara itu, Kepala Desa Bulungcangkring Sulakim menjelaskan, dampak tanah dari normalisasi sungai yang dibawa ke lapangan desa memang menyebabkan banyak debu.
Namun tanah tersebut harus tetap dibawa ke lapangan desa, karena pihak desa memiliki proyek jangka panjang pengembangan lapangan desa berukuran 126×116 meter tersebut.
Meski demikian, atas permintaan dari warga sekitar, pihak desa dan kontraktor sepakat untuk melakukan penyemprotan jalan yang dilewati truk-truk pengangkut tanah setiap sore hari.
“Jadi sudah disepakati, setiap sore jalan disiram,” kata Sulakim.
Lebih lanjut pihaknya mengungkapkan, proyek pengurukan tanah ini ditargetkan selesai di pertengahan Agustus 2023. Disesuaikan dengan proses normalisasi Sungai Logung yang mengalir di sepanjang Desa Bulungcangkring.***
