
”Hari ini kami membawa sebanyak seratus buku yang merupakan hibah dari masyarakat. Kemudian ini kami distribusikan lagi kepada masyarakat sehingga manfaat untuk sekitar bisa semakin nyata,” ucap, Selasa, 15 Agustus 2023.
Samani melanjutkan, program hinterland letrasi nantinya tidak akan berhenti pada pendistribusian buku-buku bacaan saja. Namun, akan ditindaklanjuti juga dengan kegiatan monitoring.
Hal itu dilakukan untuk meningkatkan minat baca oleh masyarakat, khususnya di Desa Padurenan. Sehingga nantinya bisa pula menjadi tolak ukur kebijakan Dinas Arpusda selanjutnya.
”Kami akan rutin memonitoring, sehingga nanti kemudian akan nampak grafiknya, apakah sudah ada peningkatan dalam hal minat baca atau belum di sini. Kemudian ini juga akan berlaku di desa-desa lainnya untuk ke depan,” tambahnya.
Samani pun memastikan Dinas Arpusda akan terus menginisasi inovasi-inovasi bisa menarik minat baca masyarakat Kudus. Seperti peningkatan minat baca dengan mengkolaborasikannya bersama seni dan budaya.
”Kami akan menghadirkan inovasi-inovasi yang di sisi lain bisa memberdayakan masyarakat, tapi juga tidak meninggalkan tujuan utama kami untuk peningkatan minat baca warga. Karena sejatinya semua awal yang baik berawal dari belajar dan membaca,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Padurenan Toni Hermawan mengucapkan terima kasih atas bantuan buku baru dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus. Seratusan buku ini pun akan menambah koleksi buku di perpustakaan yang baru berdiri di tahun 2022 itu.
”Rencananya akan kami lengkapi dengan perangkat komputer untuk menunjang kelengkapan sarana dan prasarana perpustakaan desa ini,” ujarnya. ***
