Dalam ceramahnya, KH. Anwar Zahid menyampaikan pesan kebangsaan yang dibalut nilai agama. Ia mengingatkan pentingnya menjalankan profesi sebagai ibadah dan menekankan bahwa prestasi tertinggi adalah ketakwaan.
KH. Anwar Zahid mengajak semua pihak menjaga sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat.
“Ada hal yang tidak bisa diselesaikan polisi, tapi bisa oleh ulama. Begitu juga sebaliknya. Maka sinergi itu kunci,” katanya.
Ia mengilustrasikan pentingnya kekompakan dengan perumpamaan jari tangan yang bergerak bersama.
“Kalau semua jari kompak, maka apa pun bisa dipegangi. Tapi kalau cuma jempol dan kelingking yang kompak, ya repot,” tuturnya, disambut riuh tepuk tangan.
Salah satu jamaah, Sintha dari Jepara, mengaku sangat bahagia bisa hadir.
“Suasananya adem, damai, dan semoga membawa berkah,” ujarnya.
Pengajian ini tak hanya mempererat hubungan Polri dan masyarakat, tapi juga menanamkan nilai keimanan, kebangsaan, dan kedamaian. Alun-Alun Simpang 7 Kudus malam itu menjadi saksi kebersamaan yang penuh berkah.***
